Rabu, 13 Februari 2019

Bagi si Empunya (5)

Bagi si empunya. Kisah ini segera berakhir, tentang si gadis yang menjadi tenang setelah bertemu si empunya, bahwasanya ia yang menunggu dan harus menerima kenyataan si empunya  sudah bersanding dengan wanita lain. Lalu si gadis menghilang, di buangnya bunga itu ke tanah dan si gadis sibuk, di tempat persembunyian nya.

Bandung, 13 februari 2019

Selasa, 12 Februari 2019

Bagi si empunya (4)

Seraya memandang hujan,  gadis pembawa bunga kembali memandangi bunganya. Dalam hati menerka "apakah si empunya akan datang?"
Kemudian dari kejauhan seorang lelaki menghampirinya. Berbincang sesaat. Lelaki itu kolektor bunga. "bunga mu indah sekali gadis, bolehkah aku membelinya?  Akan ku ganti dengan perhatian selama sisa hidupku". Mudah sekali kolektor ini menjaminkan perhatian untuk bunga si gadis.
"aku bersungguh-sungguh gadis, berikan bunga itu untukku dan aku juga perhatianku akan menjadi milikmu" ujar kolektor dengan wajah bersungguh-sungguh.
Tapi bunga ini untuk si empunya, entah kenapa aku (masih) ingin mengantarkan ini padanya, terlepas dari sifatnya yg terlihat tidak menginginkanku (lagi).

"kuberi engkau waktu" ujar kolektor

"ya.. Karena cerita ini belum selsai"

Bandung,  13 feb 2019

Minggu, 10 Februari 2019

Tolong aku

Untuk kesekian kalinya,
Beri aku tanda
Apa yang harus kulakukan berikutnya,
Dan bagaimana aku menyimpan harapku,
Tetap bersamamu?
Atau ditelan bumi dibawah langit?

Karena saat ini aku sedang ditarik oleh api
Dan kamu yg bisa menolong nya
Jadi maukah kamu menjadi penolongku?
Seperti pemadam kebakaran dengan airnya
Atau unit gawat darurat dengan alat kejut jantungnya

Kumohon.

Bandung,  10 februari 2019

Sabtu, 09 Februari 2019

Bagi si empunya (3)

Malam ini,
Entah malam ke sekian si empunya tidak menemui gadis pembawa bunga.
Si gadis mulai menerka-nerka.
"apakah si empunya akan datang?"
Lalu kembali pertanyaan mengalir deras dalam keningnya
"perlu kah aku menunggu? Atau aku berhenti saja?"

Si gadis semakin bingung, dan si empunya tidak terlihat mengkhawatirkannya.
Kemudian ia merenung (untuk kesekian kalinya) atau kutitip saja bunga ini didepqn pintu rumahnya?

Cerita (masih)  belum selesai.

Bandung, 9 februari 2019

Rabu, 30 Januari 2019

Ruang Penantian

Ruang dalam menanti itu
Seperti kamu perlu beropini
Dalam kamar menakutkan
Atau pojok baca berbunga dengan alunan musik dari biola

Karena hakmu memiliki tempat nyaman
Jadi bisakah siapkan tempat terbaik untukku saat menantimu?
Jika tidak aku mengungsi saja ya?
Dihatimu tapi
Hehehe

Di perjalanan, 31 jan 2019

Selasa, 29 Januari 2019

Harap dalam sendu

Karena sendu yang kukira biasa itu
Terlihat dalam dan melemahkan
Dan aku ingin jadi obatnya
Seperti panadol untuk pusing
Atau sangobion untuk anemia

Aku untuk kamu, cukup kah?

Masih di Grandsharon, 29 Januari 2019

Senin, 28 Januari 2019

Bagi si empunya (2)

Si gadis yang semula sedih itu kini sedikit lega
Pasalnya si empunya belum menentukan pilihan
"aku belum bisa menerima bunga, maaf,  tapi mungkin aku akan berusaha"
Si gadis hanya seksama-mendengar.
Disimpannya lagi bunga yang hampir layu itu, disiramnya dengan air.

Si gadis terdiam,  bagaimana bisa ia yang begitu selalu terburu buru dapat dengan tenang menghadapi si empunya

Si gadis bahkan tidak mengerti apa alasan ia tetap menunggu
"bagiku tidak ada alasan,  sepertinya bunga ini perlu sampai kepada empunya" ujarnya

"aku tidak mau berjanji akan memilih bungamu" ujar si empunya

"jangan berjanji,  berusahalah... " ujar si gadis.

Ketika semua terasa begitu... Melelahkan,  si gadis memahami air wajah si empunya, tentang ketakutan dan mungkin penyesalan (?) atas apa yang terjadi sebelumnya.

Karena si gadis dalam kesepian dan si empunya dalam ketakutan mungkin bisa bekerjasama
Dalam mengusir hal hal itu dan menjadi si saling mengobati
"aku tidak akan memaksa, aku hanya merasa aku perlu menunggu, karena keyakinanmu pada bungaku akan bertambah ketika kau menginginkannya, bisa saja saat ini kau belum mau, tak apa,  aku tidak sedang buru-buru,  tepatnya setelah bertemu denganmu, aku menjadi tidak terburu-buru" ujar si gadis

"entahlah, kita bahas yang lain saja ya?" tanya si empunya.

Si gadis lalu tersenyum, seraya berkata dalam hati "bagaimana aku bisa setenang ini mengahadapimu?"

Grandsharon, 29 Januari 2019