Seorang lelaki ini menyadarkan mu tentang makna menilai orang lain dengan kaca mata kita sendiri.
Lelaki ini dikelilingi oleh banyak perempuan, karena kebaikannya, karena kelembutannya.
Lelaki ini mampu meyakinkanmu tentang kebaikannya, lalu 5 menit kemudian hatimu remuk kembali karena keraguan yang diciptakan oleh pemikiranmu sendiri.
Tetapi lelaki ini begitu...membingungkan, ia serupa tanda baca dalam paragraf yang kau eja. Serupa benang merah 5 mm dalam lilitan benang Hiram tak berujung, tak terlihat tak tersentuh.
Tetapi kemudian "mu" dalam sajak ini terjebak diantara wanita-wanita sekeliling lelaki itu. Ia seperti ingin menunggu. Lelaki itu telah berhasil menuntun "mu" kedalam sebuah labirin, kemudian lelaki itu menghilang, ia kadang hadir lalu kemudian pergi lagi. "Mu" hanya terdiam. Ia mampu mengikuti alur tanpa mengerti apakah akan sampai keujung labirin atau tidak.
Terutama, akankah sampai sendirian atau saling tuntun dengan lelaki ini.
Lampung, 16 November 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar